Di Batas Sunyi

Juni 1, 2008

rumah-rumah tinggal bisik. suaramu parau.
abad-abad terus mencengkram
leher-leher doa. ketika sebuah busur panah dilesatkan
dadamu terbelah, burung-burung berhamburan
dari rimba rambutmu, lantas melintas
menyusun sarang baru di rimbun ranting dhuha
Baca entri selengkapnya »


Sebuah Catatan Tentang Senja

Juni 1, 2008

senjalah yang mengalirkan sungai kecil
di dadamu. sebuah perahu putih kautambatkan
di muara. inilah kendaraan terakhir buat kita hijrah
menjelajahi urat angin yang beranak-pinak
di keluasan kening para nelayan
anak-anak kecil tanpa beban
menyaksikan wajahnya ditikam ikan
Baca entri selengkapnya »


Sajak Bunga Kamboja

Juni 1, 2008

setiap kupetik bunga kamboja
kumbang di putik rintik gerimis
mencairkan batang matahari
di dada perawan larva kegelisahan menjelma
peta luka kemarau; hari-hari yang berbatu
Baca entri selengkapnya »


Sketsa Kalender

Juni 1, 2008

kalender ini begitu ramah mengusap
letih wajah ibu: sunyi kasih sayang
bertahun-tahun meredam teror
aku memahaminya samudera
tempat mencuci luka
Baca entri selengkapnya »


Sajak Akar

Juni 1, 2008

yang tersisa hanya sebuah akar
serupa jalan-jalan menikung di keluasan tubuhmu
satu mengalir ke arah jantungmu, lainnya melingkar di otakmu
tajam matahari tak habis membakar kesabaranmu
mengunyah bebatuan dan tanah berapi
Baca entri selengkapnya »