setiap kupetik bunga kamboja
kumbang di putik rintik gerimis
mencairkan batang matahari
di dada perawan larva kegelisahan menjelma
peta luka kemarau; hari-hari yang berbatu
di pekarangan hatimu yang basah
bunga kamboja tumbuh dewasa
kelak kupu-kupu menetek madu di putingnya
di laut, seekor camar menggaris pelangi
sel-sel angin masih lindap di jantungmu
bunga kamboja ini tetaplah ibu
tegar kelasi di tengah rimbun badai
sementara tanah ini kini berdarah
ketika kematian tak lagi baja
April, 2006
Juni 1, 2008 pukul 7:38 pm
wah puisinya okelah ….menurut saya ini sanjungan buat kaum pr
salam kenal aja mas BOYOLALI